right_side

aeqy's o'clock

tulis disini yaw...


ShoutMix chat widget
In:

UU APP Memusnahkan Virus Pornografi dan Meluluhlantakan Hama Pornoaksi

Indonesia sedang gusar, begitulah ungkapan yang dapat menggambarkan bagaimana perwajahan Negara kita ini, Negara yang konon disandang sebagai Negara yang kaya akan hasil alamnya ini, sampai-sampai Belanda dan Jepang tergila-gila terhadap Indonesia pada perang dunia ke-II, sehingga kedua negara itu mau menjajah Indonesia dengan habis-habisan. Namun, tiba-tiba seiring perkembangan zaman dan berjalannya waktu, Indonesia mulai surut kehebatannya. Bagaimana tidak surut, jika eksploitasi membabi buta dimana-mana yang dilakukan oleh investor yang tidak bertanggung jawab, baik lokal maupun asing, inilah penyebab utama yang menjadikan sumber alam kita kian mengkhawatirkan dan terpuruk. Bukan hanya eksploitasi di sektor alam saja terjadi, tetapi sudah merambah kepada pengekspolitasian akhlak dan moral.

Inilah model penjajahan zaman modern, penjajahan yang lebih kejam dari penjajahan zaman dahulu. Jika zaman dahulu musuhnya nampak terlihat dengan jelas, tetapi penjajahan zaman sekarang tidak tampak jelas sama sekali, bahkan tidak disadari bagi sebagian orang, ia menanggap hanyalah kenikmatan dan kesenangan saja, padahal jika diteliti disinilah letak jahatnya penjajahan zaman sekarang. Penjajahan zaman sekarang bermuka senyum namun pada akhirnya menyesatkan dan menghancurkan, yang lebih hebatnya lagi adalah menghancurkan dengan cara sedikit demi sedikit, agar sakit dirasa.

Diakui atau tidak, Negara kita krisis dimana-mana, mulai dalam arena panggung politik, hingga ajang olah raga. Mungkin kita mulai bosan dengan berita-berita yang tidak menyenangkan dihati, ingin rasanya terdapat berita yang menggugah hati atau bahkan membuat kita bangga dengan keindonesiaan kita. Namun puji syukur kepada yang Kuasa karena akhir-akhir ini ada pengumuman yang membuat hati kita lega dari pemerintah Indonesia. Pengumuman itu bagaikan seteguk air di padang pasir pada saat matahari menyengat kulit.

Pengumuman itu adalah pengesahan RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi (RUU AAP), konsep yang semulanya bermula tiga tahun lalu ini menjadi isu besar yang mencuat di Negara kita. Ada yang sangat setuju dan tersenyum dengan pengesahan RUU AAP, ada pula yang diam seribu bahasa tanpa berkomentar satu huruf pun, atau bahkan ada yang berkoar-koar dan mewek dengan pengesahan ini, tanda tidak setuju.

Kita patut bersyukur atas pengesahan RUU APP ini, bagaimana tidak, jika tujuannya adalah baik dan demi kemashlahatan bersama. Dan sudah seharusnya lah semua komponen masyarakat Indonesia mendukung pengesahan RUU APP, karena ini untuk mencegah pengeksplotasian moral dan akhlak generasi bangsa yang akan berefek kepada masa depan Negara Indonesia. Coba kita renungkan sejenak pergaulan remaja di sekitar kita pada sekarang ini, adakah kekaguman atas akhlak remaja Indonesia saat ini? Atau kah malah hanya kekecewaan yang timbul?, jika kekecewaan yang timbul maka kita sebagai warga yang mencintai Indonesia maka harus merubah dan membenarkan pergaulan remaja yang condong dengan gaya pergaulan bebas dengan embel-embel free seks.

Pengesahan RUU APP bukanlah awal pengubahan hukum indonesia dari UUD ke syariat Islam, dan bukan pula untuk mengislamisasikan indonesia, tapi pengesahan RUU APP ini awal kebangkitan indonesia, bangkit dari keterpurukan moral dan bangkit dari lembah hitam yang kelam bagi generasi penerus bangsa yang tersesat dengan pornoaksi dan pornografi. Ingatlah oleh kita semua, peraturan bukanlah untuk mengekang manusia, dan bukan pula untuk menutup karya manusia, tetapi peraturan ini adalah untuk merubah akhlak yang mesum kepada akhlak yang mulia. Mungkin ada sebagian orang tanpa ada peraturan bisa tetap dijalan kebenaran, namun ada pula sebagian orang akan bertindak dijalan kebenaran jika ada sebuah peraturan yang berlaku. Oleh karena itulah RUU APP ini tidak merugikan orang lain, tetapi malah akan menjadi pelindung bagi orang yang mencari kebenaran.

Pornografi sudah menjamur di Indonesia, bahkan penjualan VCD dan DVD aurat ini seperti menjual kacang di pasaran, dengan harga miring dan dimana pun ada. Sehingga tidak mustahil jika pornografi bisa diakses oleh semua kalangan, bahkan anak Sekolah Dasar pun bisa menjadi korbannya. Belum lagi di Internet yang begitu banyak situs-situs maksiat yang akan menenggelamkan generasi bangsa dengan fantasi-fantasi yang mesum, dan sudah pasti akan hancurlah moral bangsa ini, diakibatkan oleh penjajahan modern yang menjadi-jadi dengan satu umpan yang ampuh yaitu pornografi.

Belum habis pornografi dibabat, tetapi sudah tumbuh pornoaksi. Pornoaksi ini diklaim oleh sebagian orang adalah seni. Apakah benar pornoaksi itu adalah seni, jika berefek hancurnya generasi bangsa?. Apakah betul pornoaksi seni, jika menimbulkan kemaksiatan yang dahsyat?. Dan apakah tepat bahwa pornoaksi adalah seni, jika merugikan orang lain?. Jawablah dihati anda dengan jujur pertanyaan-pertanyaan itu semua.

Seni adalah ciptaan Allah yang istimewa, yang membuat orang tertegun dan merasa takjub. Allah menciptakan seni semata-mata agar hambanya mau beribadah kepada Allah. Seharusnya orang yang menggeluti bidang seni bisa bersyukur lebih dalam lagi, karena ia akan menemukan kebasaran dan kehebatan ciptaan Allah. Contohnya saja seorang pelukis, ia melukis ciptaan Allah yang Maha Dahsyat, semakin ia tenggelam dilukisannya itu, maka ia semakin takjub kepada penciptanya, maka ia akan bergumam, "Maha Besar Allah yang menciptakan segala sesuatu dengan begitu agungnya".

Jadi, seni itu bukan membuat orang jauh dari Allah, tapi seni itu adalah sarana yang baik untuk semakin dekat dengan Allah dan akan menjadikan kita sebagai golongan orang-orang yang bersyukur. Maka jika begitu apakah kita berani mengatakan, "Pornografi dan Pornoaksi adalah Seni", hanya orang yang bodoh dan hatinya hitamlah yang berkata seperti itu. Yuk!! Kita tuntaskan aksi pornografi dan pornoaksi di negara kita ini melalui UU APP, semoga Negara kita menjadi Negara yang damai dan sejahtera, amin.

sumber :http://dzikriii.multiply.com

In:

Perkembangan Teknologi Informatika

Istilah TI (Teknologi Informasi) atau IT (Information Technology) yang populer saat ini adalah bagian dari mata rantai panjang dari perkembangan istilah dalam dunia SI (Sistem Informasi) atau IS (Information System). Istilah TI memang lebih merujuk pada teknologi yang digunakan dalam menyampaikan maupun mengolah informasi, namun pada dasarnya masih merupakan bagian dari sebuah sistem informasi itu sendiri. TI memang secara nota bene lebih mudah dipahami secara umum sebagai pengolahan informasi yang berbasis pada teknologi komputer yang tengah terus berkembang pesat. Sebuah Sistem TI atau selanjutnya akan disebut STI, pada dasarnya dibangun di atas lima tingkatan dalam sebuah piramida STI. Berurutan dari dasar adalah : konsep dasar, teknologi, aplikasi, pengembangan dan pengelolaan.

Meluasnya penggunaan jaringan komputer merupakan motor bagi perkembangan internet. ? Jaringan? yang dimaksud dalam hal ini adalah cara untuk merangkaikan beberapa komputer sehingga setiap komputer yang ada di dalamnya dapat saling berhubungan dan berbagai sumberdaya seperti printer dan perangkat penyimpanan data. Dewasa ini, jaringan komputer hadir dalam berbagai bentuk dan ukurannya.

Jaringan memungkinkan para pemakai menggunakan perangkat yang bernilai sangat mahal secara bersamaan. Misalnya bila masing- masing komputer dikantor memiliki printer laser sendiri, maka biaya yang harus dikeluarkan menjadi sangat mahal. Akan jauh lebih murah bila satu printer laser digunakan secara bersama-sama dalam satu jaringan. Ini berarti setiap komputer dalam jaringan tersebut tersambung ke printer yang digunakan secara bersama-sama melalui kabel.

Beberapa tipe jaringan juga memungkinkan pemakainya untuk menggunakan program secara bersamaan dan saling berkirim pesan menggunakan komputer yang disebut surat elektronik (e-mail). Setiap orang pada suatu komputer dapat mengirim pesan ke suatu atau lebih pengguna komputer lain dalam kantor yang sama. Pengguna tersebut dapat juga menggunakan jaringan untuk memindahkan file dari suatu komputer lainnya. Model jaringan semacam ini disebut sebagai jaringan lokal (Local Area Network) karena jaringan tersebut berada dalam suatu lokasi fisik yang sama.

Banyak perusahaan besar memiliki kantor di beberapa kota. Masing-masing kantor biasanya juga memiliki jaringan lokal. Untuk menghubungkan jaringan-jaringan lokal tersebut, digunakan jaringan telepon berkecepatan tinggi, sehingga terbentuklah jaringan yang lebih luas ( Wide Area Network).

Perusahaan multi-nasional yang memiliki kantor di beberapa Negara yang berbeda, dapat pula memiliki jaringan di antara kantor-kantornya. Satelit dan saluran telepon khusus memungkinkan perusahaan untuk membentuk jaringan luas global (Global Wide Area Network). Jaringan ini memungkinkan kantor-kantor yang ada di Jakarta dan Londong berbagai informasi secara efisien, sehingga pengguna komputer di Jakarta merasa seperti berada di suatu ruangan dengan komputer-komputer yang berada di London.

Pengertian internet sangat beragam. Pertama, internet adalah kumpulan yang luas dari jaringan komputer besar dan kecil yang saling bersambungan menggunakan jaringan komunikasi yang ada di seluruh dunia. Kedua, internet juga diartikan juga diartikan sebagai keseluruhan manusia yang secara aktif berpartisipasi, sehingga membuat internet menjadi sumberdaya informasi yang sangat berharga. Internet adalah kumpulan dari jaringan komputer yang ada didunia yang saling terhubung (network of networks). Internet terdiri dari ribuan jaringan komputer lokal dari berbagai tipe dan ukuran yang dikelolah oleh masing-masing organisasi. Internet merupakan kumpulan dari jaringan global yang saling tersambung. Tidak seperti jaringan perusahaan yang hanya terbatas pada karyawan perusahaan tersebut, internet bisa diakses oleh setiap orang yang memiliki sebuah komputer pribadi yang dilengkapi dengan sebuah modem.

Agar internet bisa beroperasi, harus ada hubungan antar komputer dan terdapat suatu standart yang mengatur bagaimana komputer-komputer tersebut berkomunikasi. Hubungan antar komputer bisa melalui berbagai media seperti kabel,gelombang mikro, radio atau serat optik. Jalur antar dua titik dalam internet bisanya melalui saluran yang secara fisik dikelola oleh berbagai organisasi yang berbeda-beda. Seluruh jaringan di internet saling berkomunikasi dengan menggunakan bahasa komputer standar (secara teknis disebut protocol). Yang disebut TCP/IP (Trasmission Control Protokol/internet protokol). Protocol ini merupakan cara standart untuk mempaketkan dan mengalamatkan data komputer (sinyal elektronik) sehingga data tersebut dapat dikirim ke komputer terdekat atau keliling dunia dan tiba dalam waktu yang cepat tanpa mengalami kecacatan atau hilan


Dengan internet anda dapat memperoleh suatu pengalaman yang tidak dapat diperoleh melalui sistem komunikasi tradisional sebelumnya, seperti
  • Masuk keberbagai perpustakaan di seluruh dunia
  • Berkorespondensi dengan teman anda di seluruh dunia
  • Bergabung dengan kelompok minat tertentu untuk berdiskusi dan belajar hal-hal yang paling baru
  • Mencari data dan dokumen diseluruh dunia;
  • Memperoleh software gratis.
Dengan internet, komputer yang jauhnya setengah keliling dunia, menjadi tidak jauh dan terasa seperti komputer lain yang ada di meja samping anda.

Ringkasan sejarah:

  • 1960 Computer scientists research techniques to connect systems on a shared network.
  • 1969 ARPANET (DoD Advanced Research Project Agency) connects UCLA, University of California at Santa Barbara, University of Utah, and Stanford Research Institute.
  • 1975 Management of the Internet is transferred to the U.S. Defense Communications Agency.
  • 1979 USENET begins offering its worldwide broadcast conferencing system of newsgroups.
  • 1981 BITNET (Because It's Time Network) begins offering e-mail and list servers for information distribution. CSNET (Computer Science Network) offers dial-up service for e-mail. People can now access the Internet using desktop co mputers.
  • 1982 TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol) becomes the standard for network communications on ARPANET.
  • 1983 MILNET and DDN (Defense Data Network) split off from ARPANET.
  • 1984 The Domain Name Server (DNS) system is introduced.
  • 1986 The Cleveland FreeNet starts operation.
  • 1987 The National Science Foundation (NSF) signs a $14 million, five-year agreement with IBM, MCI, and the Michigan Educational Research Information Triad to manage the network.
  • 1988 Robert Morris, Jr. releases a "worm" into the Internet. Many computers grind to a halt.
  • 1990 CERN (the European Particle Physics Laboratory in Switzerland) develops the World Wide Web.
  • 1991 NSF lifts the restrictions against commercial use of the Internet. DoDDS starts using CC:Mail.
  • 1992 Congress establishes the National Research and Education Network (NREN) as a vision of a national network to serve the educational and research communities. NREN has not been funded.
  • 1993 President Clinton becomes the first head of state to use the Internet for electronic messaging. His address is president@whitehouse.gov.This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it
  • 1994 Digital video and audio transmit over the Internet.
  • 1995 The DoDDS schools in Okinawa establish Internet connections.
sumber: http://www.kpde.sumutprov.go.id

In:

Pendidikan berbudaya di Indonesia

PENDIDIKAN merupakan kebutuhan yang sangat penting bagi setiap bangsa yang ada di dunia pada masa sekarang ini. Dengan kata lain, pada masa kini tidak mungkin suatu bangsa akan memperoleh kemajuan, yang ujung-ujungnya adalah untuk memperoleh kesejahteraan, tanpa melalui dunia pendidikan yang baik, sistematis, dan lengkap.

Sehingga suatu bangsa yang maju dan modern selalu dan pasti bergantung atas maju mundurnya dunia pendidikan yang dikenal dan dikuasai bangsa tersebut. Tanpa dunia pendidikan yang maju, rasa-rasanya suatu bangsa “akan tenggelam ditelan” oleh bangsa yang dunia pendidikannya lebih maju. Hal itu tampak dengan jelas melalui ungkapan yang mengatakan bahwa “orang yang pandai akan mudah menjajah orang yang bodoh”.

Jadi, bangsa yang bodoh akan selalu “menjadi bulan-bulanan” bangsa yang pandai. Hal itu dapat terjadi karena pendidikan itu sangat menentukan perjalanan hidup manusia sehingga pendidikan akan dapat menjamin maju mundurnya budaya manusia yang memperoleh pendidikan tersebut. Sejumlah negara di dunia ini menunjukkan bahwa pendidikan yang maju selalu akan memberikan jaminan menjadi negara yang aman, sentosa dan makmur.

Pendidikan merupakan hal yang sangat menentukan perjalanan hidup serta arah pembangunan bagi bangsa Indonesia. Oleh sebab itu, kemajuan dan kemunduran bangsa Indonesia dapat ditentukan dari perkembangan dunia pendidikan yang ada selama ini di Indonesia. Apabila dunia pendidikan di Indonesia maju sudah tentu pula bangsa Indonesia akan menjadi bangsa yang maju.

Semuanya hal ini tentu saja akan memudahkan untuk memperoleh keuntungan dalam menyejahterakan bangsa Indonesia. Sebaliknya, apabila dunia pendidikan di Indonesia tidak berlangsung dengan baik, bangsa Indonesia pasti akan mengalami kemunduran dan ketertinggalan dari bangsa-bangsa lainnya. Jadi, kemajuan dan kesejahteraan bangsa Indonesia sangat ditentukan oleh maju mundurnya pendidikan yang ada di Indonesia.

Untuk itu pada era komunikasi dan era globalisasi yang penuh dengan tantangan ini, bangsa Indonesia harus menjawabnya lewat dunia pendidikan disampaikan dengan cara-cara yang berbudaya sehingga anak-anak didik lebih arif dan bijaksana dalam mengharungi kehidupan zaman sekarang ini yang penuh dengan tantangan masalah “pendidikan berbudaya” ini selalu menyangkut berbagai kelengkapan pendidikan yang ada di sekolah-sekolah (dunia pendidikan).

Kelengkapan pendidikan itu menyangkut tiga faktor utama yaitu : 1) faktor guru (tenaga pendidik), 2) faktor sistem pendidikan, dan 3) faktor perlengkapan lainnya dalam proses belajar-mengajar.

Ketiga faktor ini sangatlah menentukan perkembangan dan kualitas dunia pendidikan yang ada di Indonesia pada sekarang ini. Hal ini tentu saja sangat berkaitan erat serta paling menentukan arah dan tujuan pembangunan bangsa Indonesia ke masa depan. Arah dan tujuan pembangunan itu adalah menjadikan bangsa Indonesia menjadi sejahtera batiniah dan lahiriah.

Guru Sangat Menentukan

Faktor guru, umpamanya, sangat menentukan arah dan tujuan “pendidikan berbudaya” ini. Guru yang mengajar di sekolah-sekolah seharusnyalah guru yang berkualitas dan kuantitasnya juga cukup memadai. Guru yang berkualitas tentunya akan mampu memberikan ilmu yang sangat bermanfaat untuk dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari oleh anak didik.

Di samping itu, jumlah guru yang berkualitas ini pun sebaiknya diperbanyak pula jumlahnya dengan cara memberikan bimbingan-bimbingan, penyuluhan-penyuluhan, penataran-penataran, dan dengan memberikan kesempatan untuk menambah ilmu bagi guru-guru tersebut.

Guru yang baik, dalam bidang studi apa pun, tentu saja harus mampu menanamkan kepada anak didiknya rasa cinta yang mendalam akan ilmu pengetahuan. Di samping itu, seorang anak didik mau pula menghargai (pendapat) orang lain. Tujuannya ialah agar ilmu yang disampaikan itu berguna bagi masyarakat umumnya. Semuanya ini bermuara supaya guru dapat menjadi contoh teladan bagi anak didiknya.

Faktor sistem pendidikan yang tepat turut pula menentukan kualitas anak didik. Untuk itulah, perlu kiranya, sistem pendidikan yang ada di sekolah-sekolah di Indonesia ini dibenahi dari masa ke masa.

Anak didik yang baik dan pintar tentu saja sangat berkaitan erat dengan sistem pendidikan yang ada sekarang ini di sekolah-sekolah tersebut. Sistem pendidikan itu seharusnya mempunyai keseimbangan di antara pendidikan yang berisikan ilmu pengetahuan dengan pendidikan yang berbasiskan moral. Di sini pulalah, peranan pendidikan agama sangat menentukan arah dan kemudian hasil akhir dari pendidikan yang dilaksanakan tersebut.

Pendidikan agama sangat menentukan hasil dari apa yang maju. Artinya, pendidikan tersebut adalah dasar dan tonggak mutlak yang sangat penting dan sangat menentukan di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara bagi bangsa Indonesia. Oleh sebab itulah, pada masa kini bangsa Indonesia harus dapat menguasai dunia pendidikan dengan sebaik-baiknya dan hal itu tidak mungkin ditawar-tawar lagi.

Masalah Pendidikan Berbudaya

Pendidikan yang ada di Indonesia harus disampaikan dengan cara-cara yang berbudaya. Hal ini perlu diperhatikan benar agar dunia pendidikan di Indonesia, yang selalu berorientasi dan mengutamakan pendidikan sains dan teknologi, harus disampaikan dengan “berbalutkan budaya” sehingga dapat memberikan ketenangan dan kenikmatan bagi diri dan kehidupan bangsa Indonesia.

Kalau hal itu tidak diperhatikan dengan baiki, dunia pendidikan di Indonesia akan menghasilkan “manusia-manusia robot” saja yang dapat bekerja kalau “ditentukan dan diprogram oleh tuannya”.

Akibatnya, sudah tentu anak-anak didik di sekolah-sekolah, mungkin juga di perguruan tinggi, akan memperoleh ilmu pengetahuan yang “kering” sehingga membuat mereka menjadi “kaku” dan “kurang (bahkan tidak) manusiawi”. Sudah tentu hal yang menyedihkan seperti ini tidak diharapkan dapat terjadi masa kini pada anak-anak didik di sekolah-sekolah yang ada di Indonesia.

“Pendidikan berbudaya” merupakan kebijakan terarah yang seharusnya dapat dilaksanakan di tiap sekolah yang ada di Indonesia. Kebijakan ini perlu dilaksanakan secara sistematis, terencana, dan terus-menerus sehingga anak-anak didik dapat kiranya dibentuk menjadi manusia-manusia yang bermoral dan berilmu. Pendidikan yang berasaskan pada moral akan menjadikan anak-anak didik mampu mengharungi kehidupan di dunia ini dengan penuh perhatian dan rasa kasih sayang di antara sesama manusia.

Hal ini pasti sangat diperlukan agar manusia Indonesia sensitif dengan penderitaan manusia lainnya. Sedangkan anak didik yang berilmu pula akan menjadikannya dapat dan mampu memberikan kebahagiaan bagi masyarakatnya karena penemuan-penemuan yang sangat bermanfaat bagi kesejahteraan manusia umumnya. Jadi, manusia-manusia yang bermoral dan berilmu tersebut sangatlah diperlukan di dalam membangun manusia Indonesia seutuhnya.

Tujuan pendidikan di Indonesia seharusnya dapat diarahkan untuk membina anak-anak didik agar menjadi orang-orang yang berbudaya dan sensitif dengan lingkungannya. Pendidikan, di dalam bidang apa pun termasuk di bidang sains dan teknologi, seharusnya telah diterima oleh si anak didik. Apabila pendidikan agama, yang juga berisikan ajaran moral, sampai ke sanubari anak didik akan terjadi perubahan sikap dan tingkah laku anak didik itu. Perubahan itu tentu akan membawa nilai yang positif bagi kehidupan manusia.

Faktor perlengkapan proses belajar-mengajar juga ikut serta menentukan kualitas anak didik yang ada di satu sekolah. perlengkapan proses belajar-mengajar ini, antara lain yang sangat penting, menyangkut gedung sekolah dan alat-alat mengajar lainnya. Masih banyak lagi gedung sekolah, baik di pedesaan, maupun di perkotaan, yang kurang memadai. Sudah tentu, hal yang seperti ini akan mengakibatkan anak didik kurang aktif dalam melaksanakan proses belajarnya.

Masalah yang seperti ini sealu saja muncul karena perlengkapan proses belajar-mengajar yang ada di sekolah-sekolah sekarang ini umumnya sangat memprihatinkan. Lagi pula kondisi sekolah pun di banyak tempat sangat kurang dapat “dipertanggungjawabkan”.

Memang, ada juga sekolah dengan keadaan seadanya saja, tetapi tetap mampu juga memberikan pendidikan secara maksimal seperti sekolah Muhammadiyah yang kupak-kapik dalam film “Laskar Pelangi”. Gambaran sekolah yang seperti itu masih banyak juga ditemukan di berbagai daerah di Indonesia pada masa kini.

Penutup

Pendidikan sangat menentukan maju mundurnya suatu bangsa. Bangsa yang terdidik sudah tentuk akan menguasai dunia sains dan teknologi dengan baik. Namun, perlu pula diperhatikan bahwa pendidikan itu seharusnya dapat diisi dengan nilai-nilai budaya dan nilai-nilai moral.

Jadi, arah dan tujuan pendidikan itu akan menjadi jelas untuk “membangun dan membina manusia Indonesia seutuhnya”. Pembangunan itu dilaksanakan dengan menyeimbangkan pembangunan lahiriah/jasmaniah dan pembangunan rohaniah/batiniah sehingga terwujud masyarakat Indonesia yang adil, sejahtera dan makmur.

Masalah “Pendidikan Indonesia” menjadi tanggung jawab semua pihak yang berkepentingan dengan keberadaan dan kemajuan bangsa Indonesia. “Pendidikan berbudaya” tentu akan mengarahkan anak didik untuk dapat menjadi manusia-manusia Indonesia bermoral yang tangguh dan berilmu pengetahuan yang berkualitas.

“Pendidikan berbudaya” merupakan tujuan bangsa Indonesia di dalam menciptakan manusia-manusia Indonesia yang memiliki keseimbangan antara kebutuhan batiniah dengan kebutuhan lahiriah.***
Penulis adalah Guru Besar Fakultas Sastra USU.